Ngimpi-ngimpi aja sih bisa sekolah di luar negeri, ngerasain salju--saking katronya, ngerasain serunya chit-chat ama temen-temen berasa di film social network, ngerasain share apartment ama orang gak dikenal--which is di Indonesia kadang nuduh orang barat kumpul kebo. Padahal juga ruang beda, bareng sampai lebih dari 3 orang meski --buruknya-- cowok cewek, intinya sih biar bayarnya murah. Gila mana di luar negeri cewek cowok tinggal bareng tapi gak pada suka ya aman-aman aja, di Indonesia coba? Waduh berita tentang --maaf-- pemerkosaan pada rame. Heran.
Liat seleb indo yang happy bisa sekolah di luar negeri bikin greget, utamanya temen-lo-yang-di-luar-negeri, tambah greget kuadrat. Kok rasanya mereka udah berani dan keren banget ambil risiko yang gak gampang--masih bersyukur saya merantau ke Jakarta. Ngebayangin aja saya yang bahasa inggrisnya ecek-ecek yang mungkin toefl gak ada 500 tapi ngeyel banget sampe berasa ada kupu-kupu di perut kalau liat video atau gambar kondisi luar negeri di majalah atau tv. Berusaha menggapai mimpi miliaran dollar saya yang ada di ujung tanduk. Kepedean atau cuma pingin-pingin aja saya selalu search universitas favorit dan nulis di daftar mimpi.
Menutup mata nih mencoba realistis, jalani yang ada, tapi otak kanan saya terlalu hiperaktif untuk disuruh diam menikmati segala imajinasi yang saya punya. Mimpi miliaran dollar yang menghantui. Saat rasa-rasanya air mata saya mau numpah dan jadi banjir garam, sebuah ucapan aktor di film favorit saya muncul 'saya tidak pernah gagal dalam hidup saya' --tapi disepanjang film saya liat dia pernah gagal, yah setidaknya kesombongan sedikit menyuntikkan semangat agar saya kembali bangkit.
'run forrest run...', then i would run.
Jumat, 07 September 2012
Kamis, 06 September 2012
Another Guilty Pleasure
she said she copas this thing and so do i.
001. Name: Galuh Fathim Az Zahra'
002. Nickname(s): Fathim Galuh
003. Status: single but ready to mingle :D
004. Zodiac sign: Crab like a cancer
005. Male or female: Female
006. Kindergarten: TK Dian Pertiwi
007. Middle School:JHS 8 Malang
008. High School: Senior High School 3 Malang
009. Smart: sometimes
010. Hair color: black but seemed got brown-highlight
011. Tall or short: short
012. Loud or Quiet: loud is better
013. Sweats or Jeans: 100% jeans
014. Phone or Camera: both
015. Health freak: always break the healthy-living rules :D
016. Drink or Smoke: ;'you choose'
017. Do you have a crush on someone: always
018. Eat or Drink: eat
019. Piercings: ears
020. Tattoos: soon i'll try henna
021. Foods you dislike: random
022. Right or left-handed: Right, hope i could do the left-handed
Firsts :
023. First Piercings: when i was a red-baby
024. First best friend: Xena
025. First award: i never involved in some awards
026. First crush: someone in the past
027. First pet: 2 poor parrots beo and mimin
028. First big vacation: Ambon, Maluku.
029. First concert: JHS' class meeting
030. First big birthday: 4 y.0
031. First big fight: at kindergarten,
032. First sport: swimming
033. First enemy: My classmate, her name was novi
034. First phobia: hyperphobia
035. First celebrity idol: kevin zegers starring josh framm on air bud 1-3
036. First clique: four teens
037. First bad impression: angry without reason
Currently :
038. Eating: Yes
039. Drinking: yes
040. Listening to: boyce avenue-superman
041. About to: finishing my TOR
042. Waiting for: sleep
043. Wearing: white t-shirt
044. Worried about: my self
045. Loving: All
046. Missing: my old life
047. Planning for today: write my co-project with friends, watching movie,
do homework maybe
do homework maybe
First Thing that comes to mind :
048. College: Billy Blue
049. Silk: China
050. Cupid: Ares
051. Pickle: cucumber
052. Penny: sophie kinsella
053. Stop: eating
054. 777: taxi
055. Guam: google
056. Banana: fruit
057. Debt: bank
Your Future :
058. Want kids: i want but i'm afraid
059. Want to get married: sometimes yes but not at all
060. Careers in mind: someone success
Which is better with the desired sex :
061. Lips or eyes: Eyes
062. Hugs or kisses: Hugs
063. Shorter or taller: Taller
064. Romantic or spontaneous:romantic
065. Nice stomach or nice arms: Nice arms
066. Sensitive or loud: Loud
067. Hook-up or relationship: Relationship
068. Older or younger: Older
069. Richer or poorer: richer
070. Smart or witty: Smart
071. Trouble maker or hesitant: Troublemaker
072. High maintenance or plain: High Maintenance
073. Glasses or contacts: Glasses
074. Rigid or moody: Rigid
075. Lots of friends or no friends: Lots of Friends
Have you ever :
076. Kissed a stranger: Big No!
077. Lost glasses/contacts: No!
078. Forgotten a password: twice
079. Blacked out: alhamdulillah no
080. Broken someone’s heart: they broke mine thats the best answer
081. Been arrested: No
082. Seen a monster: yeah, my dream and on tv
083. Ran away from home: twice
084. Felt like dying: Yes
085. Killed an animal: Yes
086. Cheated: Yes
087. Cried when someone died: of course!
Do you believe in :
088. God: Of Course
089. Yourself: Yes
090. Miracles: Yes
091. Love at first sight: Yes, as always
092. Heaven: Yes :d
093. Santa Claus: Yes on film
094. Fairies: No (then they'll die)
095. Kiss on the first date: No, disgusting
096. Angels: Yes
Answer truthfully :
097. Is there one person you want to be with right now: Yes
098. Are you seriously happy with where you are in life: sometimes yes
099. Is Superman really better than Batman: of course yes!!
100. Re-post?: ive no idea
Mau Dibawa Kemana?
Untuk seseorang yang membuat saya berpikir radikal.
Dulu, seharusnya adik-adik, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda pemudi gak usah mengorbankan diri mereka buat kemerdekaan segelintir orang yang gak ingat dengan negaranya. Seharusnya mereka cari selamat sendiri. seharusnya. tapi mereka terlalu baik untuk berjuang angkat senjata, bondo nekat untuk melindungi generasi penerus yang bahkan ngantuk kalau disuruh mengenang atau menghargai pendahulunya.
Syukurlah pada masih ingat kapan negaranya merdeka, tapi tetep ngerayainnya dengan perayaan yang gak ada hubungannya sama sekali. Di ujung timur sana pahlawan baru nggembel gara-gara ikutan ngeyel provinsinya ikut NKRI, tapi yang duduk happy di rumah yang nyaman mereka yang ngumpulin uang dari nilep uang orang lain.
Saya gak iri anda bisa naik hercules, saya gak iri anak anda kuliah di ITS atau ITB. Saya gak peduli anda dapat akses istimewa ke AURI atau AL. Saya gak peduli anda bisa kuliah teknik metereng di Jepang. Saya gak peduli anak anda sukses jadi insinyur atau teknisi dengan gaji yang kursnya dollar. Saya gak peduli anda punya rumah mentereng di kawasan mewah Benhill. Saya gak peduli anda tau semua rute KRL karena anda teman baik direktur PT KAI.
Yang saya peduli adalah, anda bilang saya gak punya masa depan. Anda bilang saya kuliah di bidang yang gak jelas. Anda bilang saya ini mahasiswa ecek-ecek. Anda bilang saya bakal kesulitan dapat kerja. Anda menyarankan saya ikutan KKN dengan ngemis ke KPPU biar sodara Anda nyariin saya kerjaan.
Kalau anda memang mengaku kaum intelek, tidak seharusnya anda menjatuhkan seseorang saat orang itu baru memulai. Kalau anda intelek anda tidak akan memandang segala sesuatu sempit. Kalau anda intelek anda tidak akan memandang hanya ekonom, insinyur, dokter, aja yang bisa sukses. Kalau anda intelek melebihi saya seharusnya anda tau bedanya zaman pra sejarah dan sejarah, anda tau bedanya arkeologi dan sejarah, tapi anda gak tau kan? Bahkan saya berani jamin kalau anda pasti mengira rekaman 'proklamasi kemerdekaan' pak Soekarno adalah yang asli direkam pada 17 agustus 1945, saya berani jamin kalau anda mengakui Sudirman berhasil memukul mundur tentara Inggris, saya berani jamin kalau anda masih ngomong kejadian paling fenomenal dengan sebutan 'G 30 S PKI'. Kalau rata-rata memang iya, berarti jangan merendahkan saya lagi, anda tak lebih intelek daripada saya.
Saya nyaranin anda baca Q.S. Al-Kafirun dan pahami maknanya.
Dulu, seharusnya adik-adik, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda pemudi gak usah mengorbankan diri mereka buat kemerdekaan segelintir orang yang gak ingat dengan negaranya. Seharusnya mereka cari selamat sendiri. seharusnya. tapi mereka terlalu baik untuk berjuang angkat senjata, bondo nekat untuk melindungi generasi penerus yang bahkan ngantuk kalau disuruh mengenang atau menghargai pendahulunya.
Syukurlah pada masih ingat kapan negaranya merdeka, tapi tetep ngerayainnya dengan perayaan yang gak ada hubungannya sama sekali. Di ujung timur sana pahlawan baru nggembel gara-gara ikutan ngeyel provinsinya ikut NKRI, tapi yang duduk happy di rumah yang nyaman mereka yang ngumpulin uang dari nilep uang orang lain.
Saya gak iri anda bisa naik hercules, saya gak iri anak anda kuliah di ITS atau ITB. Saya gak peduli anda dapat akses istimewa ke AURI atau AL. Saya gak peduli anda bisa kuliah teknik metereng di Jepang. Saya gak peduli anak anda sukses jadi insinyur atau teknisi dengan gaji yang kursnya dollar. Saya gak peduli anda punya rumah mentereng di kawasan mewah Benhill. Saya gak peduli anda tau semua rute KRL karena anda teman baik direktur PT KAI.
Yang saya peduli adalah, anda bilang saya gak punya masa depan. Anda bilang saya kuliah di bidang yang gak jelas. Anda bilang saya ini mahasiswa ecek-ecek. Anda bilang saya bakal kesulitan dapat kerja. Anda menyarankan saya ikutan KKN dengan ngemis ke KPPU biar sodara Anda nyariin saya kerjaan.
Kalau anda memang mengaku kaum intelek, tidak seharusnya anda menjatuhkan seseorang saat orang itu baru memulai. Kalau anda intelek anda tidak akan memandang segala sesuatu sempit. Kalau anda intelek anda tidak akan memandang hanya ekonom, insinyur, dokter, aja yang bisa sukses. Kalau anda intelek melebihi saya seharusnya anda tau bedanya zaman pra sejarah dan sejarah, anda tau bedanya arkeologi dan sejarah, tapi anda gak tau kan? Bahkan saya berani jamin kalau anda pasti mengira rekaman 'proklamasi kemerdekaan' pak Soekarno adalah yang asli direkam pada 17 agustus 1945, saya berani jamin kalau anda mengakui Sudirman berhasil memukul mundur tentara Inggris, saya berani jamin kalau anda masih ngomong kejadian paling fenomenal dengan sebutan 'G 30 S PKI'. Kalau rata-rata memang iya, berarti jangan merendahkan saya lagi, anda tak lebih intelek daripada saya.
Saya nyaranin anda baca Q.S. Al-Kafirun dan pahami maknanya.
Bias
Kalau setahun lalu saya datang membawa mimpi dan harapan serta cita-cita kalau beberapa tahun kedepan saya akan duduk di bangku alat transportasi yang paling nyaman di dunia, tanpa memikirkan suara bising atau keterlambatan kedatangan. Tanpa memikirkan kuman-kuman di setiap sudut alat transportasi yang kurang diperhatikan karena diperuntukkan bagi kaum marginal. Tanpa harus menanggung sakit leher atau punggung. Tanpa harus memperhatikan orang yang memandang aneh saya setiap waktu karena ketidaknyamanan saya yang membuat orang lain risih.
Sekarang saya tidak tahu apakah yang saya bawa setahun lalu masih menempel di pikiran. Mungkin saja masih ada di hati, tapi pikiran melanglang buana. Bolehlah saya muluk-muluk pada awalnya, toh ujung-ujung saya protol sendiri. Herannya saya masih saja percaya koar-koar motivasi. Saya gampang termotivasi, gampang juga mangkir, dan bersyukur saya masih bertahan dari ajakan para non-believer di luar sana. Bersyukur.
Singkat kata boleh dibilang, saya kehilangan jatidiri.
Sekarang saya tidak tahu apakah yang saya bawa setahun lalu masih menempel di pikiran. Mungkin saja masih ada di hati, tapi pikiran melanglang buana. Bolehlah saya muluk-muluk pada awalnya, toh ujung-ujung saya protol sendiri. Herannya saya masih saja percaya koar-koar motivasi. Saya gampang termotivasi, gampang juga mangkir, dan bersyukur saya masih bertahan dari ajakan para non-believer di luar sana. Bersyukur.
Singkat kata boleh dibilang, saya kehilangan jatidiri.
Kamis, 02 Agustus 2012
A Moment to Remember
warning: okay, if you aren't interested with cheesy-highschool-memory then please skip this post.
it was 4 years ago, 2 months of my freshman year in senior high, in the middle of busy month and i came in a late night-performing art.
agak aneh memang dengan sebuah dialog dari novel yang pernah saya baca, kalau tidak salah seorang tokoh utama cowok bilang 'Orang yang berangkat bareng kamu adalah orang yang mengantar kamu pulang'. Yah, itu sebabnya mungkin pangeran tampan ingin mengantar si Cinderella pulang tapi yeah time didn't give them both a chance. Lucunya, orang yang tidak menjemput saya dan tidak pernah saya harapkan untuk mengantar pulang adalah yang melakukannya. Actually, saya barengan dia pulang, ah, saya pulang bareng dia, in a late night, got a taxi and both paid the fare.
Saya sudah lupa sekali kejadian ini, bahkan bukan sesuatu yang bakalan 'wow' saat saya datang reunian SMA suatu saat nanti --karena it was nothing. Lucunya -lagi- saya teringat kejadian ini saat naik angkot dengan jendela terbuka dan angin malam bertiup, suasananya mirip malam itu banget. Yah, kalau tidak salah sopir taxi ngerokok -geez!- dan jendelanya dibuka, saya dan teman saya hanya saling melirik kesal.
Teman saya -cowok- itu salah satu hottie di kelas saya waktu itu. Saya kenal dia karena kebetulan juga karena kami dijadikan tumbal untuk sebuah acara dan saya jadi bekerjasama sama dia dan beberapa orang juga. Jadi saya udah menganggap dia teman yang udah 'kenal' bukan 'lumayan kenal' lagi. Kalau dihitung ada 4 cewek yang naksir dia--i have no idea. Dia baik sih meski -selama kerja ama dia- agak egois juga plus bossy.
Acara pensi sekolahan itu saya dianter ama Oom saya terus ditinggal dan udah niat naik taxi sih pulangnya. Eh, pas ngobrol bareng ama temen-temen dan ada si teman cowok itu kita kebetulan yang paling gak punya tebengan buat pulang dan sialnya harus pulang sendiri. Oke, saya dan temen saya cowok itu langsung high-five dan janjian sepakat pulang bareng naik taxi patungan. oke masalah selesai dan saya menikmati pensi sampai malam. Taraa, pukul 11.30 saya mulai mencari teman saya cowok itu dan pukul 12.00 kita baru dapat taxi. Taxi mengantarkan saya terlebuh dulu karena rumah dia lebih jauh daripada saya. Pukul 12.30 tepat saya sampai di rumah --biasa si ibu marah-marah dan saya cuma manggut-manggut.
Malam itu cuma 4 jam tidur dan jumat paginya saya harus bertemu pelajaran kimia di jam pertama. Eh, awalnya adem ayem nih cuma teman cowok saya itu cerita sambil kesel ke saya kalau si sopir taxi minta bayaran lebih ke dia. Saya hanya ketawa ngakak dan agak menyumpahi si sopir juga sih.. Dunia berputar 180 derajat pas kelas berganti jadi pelajaran bahasa inggris-lebih nyantai kali ya. Beberapa teman saya bilang 'cie' karena saya dan teman cowok saya pulang bareng naik taxi. Saya bingung, jujur bingung, emang salah ya naik taxi berdua?toh saya juga menghindari diculik dan pingin bayar murah..hehe. Cewek yang paling parah ngecengin saya adalah cewek yang suka ama temen cowok saya itu. Aduh, gara-gara dia saya jadi di 'cie-cie'-in sama beberapa anak kelas. Saya jadi sungkan ama temen cowok saya itu, tapi untungnya dia bukan cowok yang sok cool yang suka marah-marah, saya sama dia malah tambah jadi 'temen' banget dan ngerjain beberapa project --yang ujung-ujungnya gagal.
Kalau liat dia sekarang saya malah gak nyapa. haha, saya sungkan deh sama temen cowok saya itu, tapi dia bener-bener temen yang enak diajak ngobrol dan suka musik. Saya emang punya banyak temen yang suka musik, tapi dia itu enak banget buat diajak ngobrol tentang alat musik, grip gitar, music coaching, band rock alternative..seru deh..hehe..yang bikin kita klop ya kita punya idola grup band sama pas itu.. haha, tapi saya emang biasa aja deh sama dia, lupa malah. Ckck, emang anak SMA kalau liat cewek-cowok deket bawaannya udah macem-macem. Untung aja nih pas kuliah udah beda banget, jadi bisa menghindari hal-hal cheesy kayak gituan.
Langganan:
Postingan (Atom)