Teman saya Amel pernah menulis status. Status yang pernah menjadi pertanyaan tersendiri buat saya.
----------------------------------------------------------------------------
Amel's
Hmm..seneng deh kalau misalnya ada teman tanya begini :
Teman : Mel, lo kuliah dimana?
Gue : Ilmu Sejarah UI
Teman : Oh..Siapa dosen lo?
Gue : Soe Hok Gie..
Teman : Demi apa?
Gue : Serius dosen gue soe hok gie...
Teman : ( Shock )
----------------------------------------------------------------------------
Itu sepintas khayalan teman saya. Saya juga berpikir demikian. Soe Hok Gie, kalau beliau masih ada beliau bisa jadi dosen kami -- mungkin sih.. Tapi yang membuat saya yakin adalah pasti beliau jadi dosen kami. Saya jadi teringat percakapan dengan teman saya di Kereta Ekonomi menuju Cikini satu minggu lalu...
Teman saya : Hmm...Soe Hok Gie kalau masih idup pasti jadi mentri deh..
saya : Why should? Kenapa mentri?
Teman saya : Soalnya temen deket Soe Hok Gie pada jadi mentri
saya : Lho kok gitu?
Teman saya : ya iyalah. Soe Hok Gie pasti duduk satu ruang sama teman-temannya. andai ya dia masih idup, bangga deh due punya senior kayak Soe Hok Gie..
saya : (hanya manggut-manggut setuju)
deep inside my heart i would say..Soe Hok Gie gak bakal jadi mentri, gak bakal duduk di pemerintahan. Soe Hok Gie bakal jadi dosen saya yang nyentrik dan menyenangkan. Soe Hok Gie bakal ngajarin kami aksi yang berisi yang nggak cuma koar-koar. Soe Hok Gie dengan idealismenya yang merelakan kursi mentri demi kehidupan yang sejahtera. Soe Hok Gie, seorang cina yang akan mengajarkan pada kami -- seorang Indonesia -- mana nasionalisme yang sesungguhnya. Itulah Soe Hok Gie...senior kami, yang saya harap bisa jadi dosen saya, guru besar kami semua.. :)
n.b. : picture
Minggu, 09 Oktober 2011
Petang Kreatif In Other Language That's The High Level of B-Art
" Lo pada pasti mau jadi aktor atau aktris kan? Makannya ikutan PK, jadi pemain teaternya terutama.. "

Kata-kata senior saya Kak Gilang terus terngiang di kepala sebelum akhirnya saya memutuskan untuk ikut PK dengan segala semangat yang tersisa. Dibingungkan antara menyerah atau terus berlanjut demi membawa nama jurusan dan merasakan the greatest event in FIB UI...welcome Petang Kreatif. Acaranya mirip B-Art di SMA saya dulu, tapi ini versi VIPnya. hehe. Sebenarnya saya suka ikut latihannya. Seru sekali, berasa di sutradarai Rudi Soedjarwo, Mira Lesmana, atau Riri Riza. Kami satu angkatan bener-bener latihan H-2 bulan acara. Acara masih 10 Desember tapi latihan sudah dimulai seminggu lalu.Ekspresi itu ternyata susah. Saya beri two thumbs buat teman-teman saya yang very easy show their expression. Huhh, very big appreciation from mee...haha, saya jadi ingat sesuatu yang lucu saat latihan..
kak gilang : keluarin ekspresi marah lo, lepasin semuanya. saat lo marah ke orang tua lo, marah ke cowok atau cewek lo yang ternyata selingkuh, marah ketemen lo yang ternyata MT. lo marah semarah-marahnya..
teman saya : (saya gak tau siapa. mata kami tertutup saat itu) Anj****
kakak senior random : wuihh, gila, cepet banget ekspresi lo keluar...
teman saya semuanya : (ini suara semua orang. random. pada marah setelah teman saya yang pertama marah duluan ) Apaan lo..kredit...sialan lo, bang*** lo!!!..kredit..lo kira gue apa? lo bisa seenaknya kayak gitu hah?..kredit..sialan lo! beraninya lo main dibelakang gue!!..kredit..lo labil banget anj****..kredit..tai lho!! ..kredit..terdengar suara tangisan..kredit..terdengar barang dilempar dan jatuh..kredit..berikutnya terasa barang dilempar karena kena kepala saya..kredit..Awww, gila, sakitt, aduuh..(ini baru rintihan saya. saya baru sadar saya dilempar botol aqua. bukannya saya marah, saya malah kesakitan dan menggosok-gosok kepala saya. itung-itung dong kalau marah. gila..teman saya aktor-aktris semua ni...ampuuunnn!!!)
oke saat semua harus marah, saya bingung gak bisa marah. di samping saya, teman saya teriak-teriak dan ini unforgettable moment bagi saya dan saya pakai buat godain dia. hehe.
last...Siapa juara satu PK??!!!!! SEJARAH, SEJARAH, SEJARAHHHH!!!
n.b. : picture
Label:
freshman :),
guilty pleasure,
journey
P.S: Don't Judge Me From My Cover
Suatu siang yang panas kalau tidak salah di Musholla FIB UI saya sedang bercakap dengan teman saya yang kebetulan sedang duduk manis menunggu matkul. Sebenarnya saya lupa, ehm, setting saya pindah di tempat duduk payung dekat auditoriun gedung satu FIB UI saya bersama teman mata kuliah mpkt a sedang duduk santai sambil memikirkan materi presentasi untuk keesokan harinya.
teman saya : fathim kenapa milih sejarah sih?
saya : ( pertanyaan yang bagai lagu lama buat saya ) hmm, suka lah. kita milih karena kita suka.
teman saya : ohh gitu, pilihan pertama ya?
saya : ( dengan bangga mengangguk ) iya...
teman saya : padahal pas pertama kali ketemu fathim aku liat kamu pantesan jadi anak kedokteran..
saya : ( what the..ohh, bangganya, if i could..) haha, potongan darimananya?
teman saya : nggak, aku ngeliatnya gitu. kamu gak pantes di FIB. kamu lebih pantes di FK.
saya : ( haha, errr.. ) lha, kok gitu?
teman saya : kamu wibawanya dapat fathim, orang kayak kamu masuk FK aja, FIB gak cocok buat kamu ...
saya : ( hmm, andai aku bisa ..) haha, tapi aku suka banget sejarah siiihh :) jadi dokter sejarah aja dehhh...
teman saya : hihi, fathim segitu sukanya sama sejarah yaaa...
saya : ( mengangguk semangat ) iya...!!!
besok saya tampil cantik sambil dandan, bakalan gak ya saya ditanya gini sama orang " Anak komunikasi ya? ", serius deh anak komunikasi di kampus saya cantik tinggi semampai .. (huhu, andai saya begitu..hehe )
n.b. : picture
Rabu, 28 September 2011
Histeren
Sebenarnya saya bukan seorang mahasiswa yang ngeh dengan jelas mengenai sejarah negara saya. Itulah sebabnya saya ingin belajar sejarah, teringat kata teman saya yang berkata, passion kamu thim, passion.. Saya suka sejarah, sampai bagaimanapun saya suka sejarah, meskipun sejarah negara saya banyak yang ditutpi saya tetap suka sejarah. Suatu saat nanti, kalau bukan saya dan teman-teman sejarah saya yang lain yang membuka tabir kebenaran, maka siapa lagi? Semua berbondong-bondong menyelesaikan masalah perekonomian bangsa, masalah moral bangsa, siapa yang mau menyelesaikan masalah sejarah bangsa kita? Yang bahkan di mata masyarakat dipandang saja tidak mau, dimata pelajar SMA pelajaran sejarah membuat kita mengantuk dan sebaiknya di hapus saja, di mata pemerintah sejarah yang mencoreng nama baik harus ditutupi.
Saya tidak merasa saya lebih baik karena memilih sejarah. Tapi saya merasakan sensasi yang menakjubkan saat belajar sejarah. Saya menjadi menyerap beberapa fakta baru mengenai sejarah bangsa yang saya dapat dari dosen-dosen saya. Pengetahuan yang membuat saya semakin kecil saja dengan pengetahuan sejarah yang saya miliki. Padahal di SMA dulu saya alhamdulillah mendapatkan nilai baik untuk pelajaran sejarah. Tidak cukup. Sebagai mahasiswa sejarah, ternyata banyak yang harus saya lakukan, banyak yang harus saya baca dan banyak yang harus saya ketahui.
Beberapa fakta sejarah yang saya himpun dari dosen saya selama kuliah dua minggu terakhir ini adalah :
1. Selama ini kita mengenal pengibar bendera yang salah. Bukan orang-orang yang tersebut di buku sejarah (SMA) itulah yang mengibarkan bendera sangsaka merah putih saat proklamasi kemerdekaan 1945.
2. Kawat untuk mendirikan PDRI di bukittinggi tidak pernah sampai ke tangan Sjafruddin Prawiranegara. Kawat tersebut malah sampai di tangan A.A. Maramis di India.
3. Pangeran Besar Jenderal Sudirman tidak memukul mundur tentara inggris. Tetapi memang situasi mengisyaratkan demikian. Tentara Inggris ditarik kembali bersamaan dengan serangan Jendral Sudirman. Saat Jendral Sudirman datang tentara Inggris sudah tidak ada, yang menjadi masalah adalah, kita percaya bahwa Sudirman mampu memukul undur pasukan Inggris dengan mengunakan bambu runcing saja.
4. Naskah proklamasi yang bertuliskan tulisan asli Bung Karno sebenarnya sudah di buang di tong sampah. Tapi, B.M. Diah memungutnya dan menyimpannya. Akhirnya bukti tersebut dijadikan sebagai bukti non otentik tapi dapat menggeparkan kehidupan masyarakat.
5. Budi Utomo bersaing dengan Sarekat Islam.
Itulah beberapa missing part from our history. Sekarang saya menganggap sejarah seperti puzzle yang harus saya temukan. Suatu saat nanti saya ingin, masyarakat menghormati sejarah, sebenarnya masyarakat ingin menghormati sejarah bangsa kita. Namun, karena banyak yang ditutpi mereka semakin malas. Untuk itulah saya ingin membuka tabir dan membuat sejarah lebih nyaman untuk dipelajari..
"Jasmerah!!!"(Bung Karno)
n.b: picture
Langganan:
Postingan (Atom)